Seminar Nasional Kimia, Teknologi Kimia Sebagai Solusi Mutakhir Tepat Guna

1488594653771.jpg

identitasunhas.com, Makassar – Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  (FMIPA) Unhas adakan Seminar Nasional (Semnas) sebagai rangkaian kegiatan Chemistry Smart Challenge (CSC) 2017. Bertempat di gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, Sabtu (4/3).

Semnas ini membahas tentang Fuel Cell (FC) sebagai Teknologi Kimia, sesuai dengan temanya “Teknologi Kimia Sebagai Solusi Mutakhir Tepat Guna. Fuel Cell Sebagai Solusi Aplikatif Pengembangan Teknologi Tepat Guna”. Berlangsung setelah pembukaan resmi CSC 2017, dan peserta kompetisi kimia mengikuti Semnas sebelum lomba diadakan. Setelah seminar, di pelataran baruga terdapat stand-stand beasiswa di Unhas untuk para pengunjung dan peserta seminar.

Hadir sebagai pembicara Dr Indah Raya MSi selaku Ketua Departemen Kimia FMIPA Unhas yang membawakan materinya sebagai pengantar tentang FC. Selanjutnya pemateri kedua Dr Ir Jarot Raharjo MSc, peneliti utama bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT. Serta pemateri terakhir Staf Ahli Direktur Utama PT. Pertamina.

Dr Indah Raya MSi memulai materinya dengan bercerita pengalamannya di Malaysia tempo hari, bahwa taksi di Negeri Jiran itu sudah menggunakan FC dan terdapat beberapa Station untuk Hidrogen, “Namun di Indonesia masih ketinggalan (red. Belum punya), padahal kita kaya akan sumber daya alam,” katanya, Sabtu (4/3).

Lalu, Dr Ir Jarot Raharjo MSc menjelaskan tentang regulasi dan pengembangan FC di Indonesia. Ia menjelaskan FC merupakan perangkat yang dapat merubah energi kimia secara langsung menjadi energi listrik dan energi tersebut tanpa emisi, atau dengan perumpamaan perangkat tersebut gabungan antara baterai dan mesin.

“Energi baru dan terbarukan ini masih dikembangkan di Indonesia. Kendala yang terjadi, pengembangan FC di negara kita terhambat pada mindset masyarakat yang belum terbiasa dengan hal baru seperti ini, lalu political will, money dan sumber daya manusia yang masih minim,” kata Jarot menutup materinya, Sabtu (4/3).

Muhammad Abdul

Tags: