Kacang Tak Lupa Kulit

identitasunhas.com, Makassar – Dr Ing Faizal A Samman ST MT nampak sumringah saat menyapa reporter identitas, ketika ditemui diruangannya, Rabu (25/11/2016). Sosok jeklang kali ini memang terkenal dengan sikap ramahnya.

Lelaki yang karib di sapa Faizal ini merupakan dosen Jurusan Teknik Elektro yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Institut Mikroelektronika TU Darmstadt dan Fraunhofer Institut LBF dan bahkan mendapatkan pekerjaan disana. Namun, keinginan mengabdi di negara sendiri, membuat dirinya kembali ke Indonesia.

Bermula dari mengirim tulisan ke dinas pertukaran akademik Jerman, Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAD) lelaki kelahiran Makassar ini akhirnya mendapat rekomendasi lanjut studi di Jerman. “Saya punya keuntungan sering membaca referensi penelitian dari Jerman,” tuturnya, Rabu (25/11/2016).

Demi kelancaran komunikasinya, Laki-laki kelahiran 1975 ini mengikuti kursus Bahasa Jerman selama satu tahun. Enam bulan pertama di Goethe Institut Jakarta dan selanjutnya intensif di Marburg Jerman. Disela waktu kursus, Faizal pun aktif menulis dan belajar bahasa asing lain baik itu Perancis ataupun Belanda.

Ayah tiga anak ini berhasil menyelesaikan program doktoralnya selama empat tahun, lalu  aktif bekerja sebagai post-doctoral research (postdoc) di di bidang penelitian atau akademik. untuk Institut Mikroelektronika TU Darmstadt dan Fraunhofer Institut LBF.

Meskipun telah mendapatkan penghasilan yang cukup melalui postdoc, namun Faizal  memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Menurutnya bekerja tidak hanya sekedar untuk mendapatkan upah, tapi ada tantangan. “Diluar negeri sudah keenakan, kita harus keluar dari zona nyaman agar ada tantangan,” tuturnya, Rabu (25/11/2016). Faizal pun memutuskan kembali ke Makassar tahun 2012 dan melanjutkan pekerjaannya menjadi dosen di Jurusan Teknik Elektro.

Lelaki yang hobi berkebun ini pulang tidak dengan tangan kosong, ada harapan besar yang dibawanya. Faizal mempunyai keingian untuk menjadikan kampus punya akses langsung ke perusahaan, agar mahasiswa yang selesai studi mudah mendapatkan lapangan pekerjaan.

Selain itu baginya, selama ini mahasiswa khususnya alumni teknik, seringkali bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Berdasarkan hal itu, ia akhirnya membentuk sebuah gugus kerja mahasiswa Teknologi Informasi dan Ilmu-Ilmu Tehnika (Trensilica)

Trensilica adalah wadah bagi mahasiswa teknik untuk mengembangkan keahliannya. Harapannya agar mereka mampu mengembangkan hasil-hasil riset untuk berwirausaha yang kelak akan menjadi agen yang menjambatani antara industri dengan akademik.

Hal ini diadaptasi dari pengalamannya selama menuntut ilmu di negeri Baverian. Ia seringkali menegaskan kepada mahasiswanya untuk menguasai skill teknik dan ilmu terapannya yang merupakan modal dasar lahirnya inovasi. Sampai akhirnya mereka ini mampu membuat perusahaan sendiri

“Saya melihat mahasiswa di sini kelebihan energi, kalau berlebihan energi lalu tidak di sinkronisasi baik-baik, akan terjadi tawuran atau melakukan hal-hal negatif” tutur Faizal mendirikan organisasi ini, Rabu (25/11/2016).

Rasmilawanti

Rate this article!
Kacang Tak Lupa Kulit,5 / 5 ( 1votes )